Pelari Jamaika Asafa Powell memecahkan rekor dunia 100 meter putra dengan mencatat waktu 9,74 detik di Italia.
Powell dalam pertemuan Grand Prix IAAF di Rieti ini memecahkan rekor dunia di putaran kedua di babak awal.
Pertandingan berlangsung di tengah angin kuat dari belakang, namun masih dalam batas waktu yang diperbolehkan oleh IAAF.
“Inilah yang terjadi ketika saya mendengar perkataan pelatih,” kata Powell, yang kemudian memenangkan final di Rieti dengan waktu 9,78.
“Ini merupakan peringatan saja bahwa Asafa Powell masih ada. Saya hadir di sini, dan berhasil melakukan apa yang mestinya saya lakukan.”
“Saya suka tempat ini. Italia adalah tempat yang bagus buat saya, seperti rumah kedua.” kata Powell.
Pelari Jamaika lainnya, Michael Frater berada di tempat kedua di final dengan waktu 10,03 sementara pelari Norwegia Jaysuma Saidy Ndure di tempat ketiga dengan 10,10 detik.
Powell, yang menderita cedera lutut dan pangkal paha selama beberapa bulan terakhir, memecahkan rekor dunia 9,77 di Athena bulan Juni 2005, dan tahun lalu menyamai rekor tersebut dua kali di Gateshead (Inggris) dan Zurich (Swiss).
Prestasi Powell ini sekaligus menghapus kekecewaan di kejuaraan dunia atletik di Osaka dua minggu lalu ketika dia hanya merebut medali perunggu, kalah dari dua pelari Amerika Serikat, Tyson Gay dan Derrick Atkins.
“Ini merupakan hari besar baginya, hari pembalasan atas kekecewaan sebelumnya, ” kata agen Powell, Paul Doyle kepada BBC.
Dunia atletik sekarang sedang menunggu pertarungan ulang Powell dengan Gay yang mungkin akan terjadi di lomba Liga Emas di Brussels, 14 September.
“Keduanya akan bertanding, namun apakah dalam lomba yang sama, saya belum tahu,” kata Wilfried Meert dari panitia penyelenggara.
Namun Doyle memperkirakan Gay akan turun di nomor 200 meter saja.
“Saya kira dia tidak memiliki motivasi sama sekali untuk bertanding melawan Asafa, khususnya sekarang ini. Saya kira pertarungan keduanya mungkin baru akan terjadi tahun depan.”
“Saya kira Tyson sekarang ingin menikmati dulu kemenangannya di kejuaraan dunia/.
“I think Tyson wants to savour his victory from the World Championships and make that last. He knows if he goes up against Asafa and loses, he knocks himself down a notch.”