Man United ditahan Boro 2-2

Perebutan gelar juara Liga Primer semakin ketat setelah dalam pertandingan Minggu Manchester United ditahan 2-2 oleh Middlesbrough. Dengan hasil ini, selisih antara Manchester United yang berada di peringkat teratas dengan Chelsea yang berada di tempat ke dua, tetap tiga angka berkat kemenangan Chelsea 2-0 atas Manchester City hari Sabtu. United unggul lebih dulu di menit ke 10 berkat gol Cristiano Ronaldo, golnya yang ke 37 di sepanjang musim kompetisi ini, sebuah prestasi yang mengagumkan. Skor menjadi 1-1 pada menit ke 35 setelah penyerang Boro Afonso Alves mencetak golnya yang pertama sejak dikontrak dari klub Belanda, Heerenveen Januari lalu. Kegemukan Alves selama ini dianggap kurang fit dan belum bisa menyesuaikan dengan kecepatan Liga Inggris, namun pada menit ke 56 dia membuktikan reputasinya sebagai mesin gol dengan menyumbang golnya yang ke dua. United menyelamatkan satu angka lewat Wayne Rooney yang menerima umpan tarik dari Park Ji-Sung, 16 menit sebelum pertandingan berakhir. Pada pertandingan lainnya hari Minggu, Everton tetap berada di posisi ke lima setelah mengalahkan Derby County 1-0, dengan gol dari Leon Osman. Sebelum pertandingan, Derby sudah pasti tersisih dari Liga Primer.

Peringkat Andy Murray turun

Petenis nomer satu Inggris Raya, Andy Murray, untuk pertama kalinya sejak Agustus 2006 terlempar dari 20 besar dunia.

Berdasar daftar peringkat asosiasi pemain profesional, ATP, Murray saat ini berada di peringkat 22 dunia setelah kalah dari Mario Ancic dibabak kedua turnamen Sony Ericsson di Amerika.

Tahun ini Murray telah memenangkan dua turnamen, Qatar Terbuka dan Marseille Terbuka.

Urutan lima besar dunia belum berubah dengan urutan peringkat terbaru: Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, Nikolay Davydenko, dan David Ferrer.

Dibagian putri berdasar aosiasi petenis putri, WTA, keududkan lima besar adalah Justine Henin, Ana Ivanovic, Jelena Jankovic, Svetlana Kuznetzova, Maria Sharapova.

Powell pecahkan rekor dunia

Pelari Jamaika Asafa Powell memecahkan rekor dunia 100 meter putra dengan mencatat waktu 9,74 detik di Italia.

Powell dalam pertemuan Grand Prix IAAF di Rieti ini memecahkan rekor dunia di putaran kedua di babak awal.

Pertandingan berlangsung di tengah angin kuat dari belakang, namun masih dalam batas waktu yang diperbolehkan oleh IAAF.

“Inilah yang terjadi ketika saya mendengar perkataan pelatih,” kata Powell, yang kemudian memenangkan final di Rieti dengan waktu 9,78.

“Ini merupakan peringatan saja bahwa Asafa Powell masih ada. Saya hadir di sini, dan berhasil melakukan apa yang mestinya saya lakukan.”

“Saya suka tempat ini. Italia adalah tempat yang bagus buat saya, seperti rumah kedua.” kata Powell.

Pelari Jamaika lainnya, Michael Frater berada di tempat kedua di final dengan waktu 10,03 sementara pelari Norwegia Jaysuma Saidy Ndure di tempat ketiga dengan 10,10 detik.

Powell, yang menderita cedera lutut dan pangkal paha selama beberapa bulan terakhir, memecahkan rekor dunia 9,77 di Athena bulan Juni 2005, dan tahun lalu menyamai rekor tersebut dua kali di Gateshead (Inggris) dan Zurich (Swiss).

Prestasi Powell ini sekaligus menghapus kekecewaan di kejuaraan dunia atletik di Osaka dua minggu lalu ketika dia hanya merebut medali perunggu, kalah dari dua pelari Amerika Serikat, Tyson Gay dan Derrick Atkins.

“Ini merupakan hari besar baginya, hari pembalasan atas kekecewaan sebelumnya, ” kata agen Powell, Paul Doyle kepada BBC.

Dunia atletik sekarang sedang menunggu pertarungan ulang Powell dengan Gay yang mungkin akan terjadi di lomba Liga Emas di Brussels, 14 September.

“Keduanya akan bertanding, namun apakah dalam lomba yang sama, saya belum tahu,” kata Wilfried Meert dari panitia penyelenggara.

Namun Doyle memperkirakan Gay akan turun di nomor 200 meter saja.

“Saya kira dia tidak memiliki motivasi sama sekali untuk bertanding melawan Asafa, khususnya sekarang ini. Saya kira pertarungan keduanya mungkin baru akan terjadi tahun depan.”

“Saya kira Tyson sekarang ingin menikmati dulu kemenangannya di kejuaraan dunia/.

“I think Tyson wants to savour his victory from the World Championships and make that last. He knows if he goes up against Asafa and loses, he knocks himself down a notch.”

Atlit senior ingin berlaga lagi

Seorang atlit berkuda Jepang ingin ikut serta dalam Olimpiade Beijing 40 tahun lebih setelah pertama tampil di Olimpiade Tokyo 1964.

Hiroshi Hoketsu, yang kini berusia 66 tahun, berniat untuk memperkuat tim berkuda Jepang di Olimpiade Beijing tahun ini.

Dia menduduki peringkat ke-40 pada nomor berkuda di Olimpiade Tokyo 44 tahun lalu – saat terakhir dia berlomba di ajang Olimpiade.

Jika lolos seleksi, Hoketsu akan menjadi atlit tertua dalam sejarah yang mewakili Jepang di Olimpiade.

Ketua Federasi Olahraga Berkuda Jepang Azusa Kitano mengatakan kemungkinan besar Hoketsu akan memperkuat tim, pada nomor berkuda yang diperlombakan di Hong Kong.

“Dia akan masuk ke dalam tim untuk nomor dressage,” kata Kitano. “Dia sudah sejak tahun 1964, 44 tahun lalu, tidak berlaga di Olimpiade, tetapi dia tidak pernah berhenti berkuda sampai sekarang.”

Ucapan selamat

Hiroshi Hoketsu, yang sekarang tinggal di Jerman, terpilih untuk mewakili Jepang di Olimpiade Seoul tahun 1988, tetapi dia memutuskan untuk tidak bertanding karena kudanya menghadapi masalah karantina.

Kepala Olimpiade Jepang, Tsunekazu Takeda, mengatakan: “Dia bangun jam 5 pagi setiap harinya untuk berkuda. Saya ingin mengucapkan selamat kepadanya.”

Jepang diperkirakan akan resmi mengumumkan tim Olimpiadenya pekan depan.

Atlit Olimpiade tertua dalam sejarah adalah atlit menembak Swedia, Oscar Swahn, yang memperkuat Olimpiade Atwerpen pada tahun 1920 di usia 72 tahun.

Dia meraih medali perak – yang merupakan medali Olimpiadenya yang keenam.

Kemacetan Di Jakarta

di jakarta belakangan ini dengan banyaknya pembangunan pembangunan, seperti busway, mono rail yang masih dalam proses, banyak mengakibatkan kemacetan, apalagi ditambah banyaknya kendaraan pribadi yang dimiliki oleh perorangan, banyaknya kendaraan di ibu kota mengakibatkan kemacetan yang kian parah, hampir di setiap jalan semuanya macet, semua ini disebabkan oleh ulah manusia yang kurang disiplin dalam mematuhi peraturan  peraturan yang berlaku di jalan.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.